Jumat, 15 Mei 2009

SAP-Audit II

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Mata Kuliah / SKS : Pemeriksaan Akuntansi II/ 3 SKS
Kode :
Jurusan : Akuntansi…………………..
Semester / Tahun Ajaran :
Dosen Koordinator :
Dosen Pengasuh :

Matakuliah Pemeriksaan Akuntansi II merupakan tahap lanjut pembelajaran tentang jasa; auditing, atestasi dan assurance dan mencakup pengetahuan tentang prosedur audit dan keahlian lainnya yang terkait dengan pekerjaan meyakinkan bahwa informasi keuangan perusahaan sudah disusun sesuai dengan prinsip yang berlaku umum, menggambarkan keahlian yang perlu dan bagaimana menerapkannya teori, prinsip, praktik dan metode-metode yang spesifik terutama System Based Audit, Risk Based Audit yang Modern dan Populer di dalam auditing.

Secara umum mata kuliah ini akan membekali mahasiswa dengan:
1. Kemampuan untuk menentukan pendekatan audit dengan siklus-siklus pengendalian intern dan risiko yang membatasinya pada siklus-siklus yang dievaluasi pada lingkungan audit yang berbeda
2. Kemampuan melakukan uji pengendalian (test of control) dan uji substantive (substantive test) atas transaksi mau pun saldo dan melaporkan hasilnya sesuai dengan standar audit yang ditetapkan.
3. Kemampuan untuk mendisain suatu program audit yang muktahir sehingga pekerjaan lapangan audit dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien dalam lingkup profesinya.





Minggu
Ke Pokok Bahasan Sub
Pokok Bahasan Tujuan
Instruksional Sumber Media
Evaluasi
1 · Penjelasan Mengenai Audit Secara Siklus di dalam Suatu Pendekatan Audit Terpadu · Penjelasan Satuan Acara Perkuliahan
· Penjelasan audit secara siklus di dalam suatu pendekatan audit terpadu (integrated audit approach)
· Penjelasan audit berdasarkan risiko. · Mempelajari jenis pengujian audit yang digunakan untuk menentukan apakah laporan keuangan disajikan secara wajar.
· Mempelajari hubungan antara jenis bukti dengan biaya audit relative yang dikeluarkan
· Mempelajari bauran bahan bukti yang diterapkan pada berbagai kondisi yang berbeda
· Mempelajari metodologi perancangan program audit
· Mempelajari hubungan tujuan audit berkait transaksi dengan saldo
· Mempelajari tahapan proses audit yang terpadu, berdasarkan risiko dan kehandalan sistem pengendalian intern 1,2, 3 dan 4 Spidol, OHP dan Whiteboard · Mahasiswa dapat menyusun satu program audit yang terpadu dan mempertimbangkan risiko audit yang mungkin timbul.

2 Siklus Pendapatan · Memahami uji pengendalian siklus penjualan
· Memahami uji pengendalian siklus piutang dan penerimaan kas · Mempelajari golongan transaksi siklus penjualan dan penerimaan kas
· Mempelajari fungsi dan bisnis di dalam siklus penjualan dan penerimaa kas
· Mempelajari bagaimana penentuan pengendalian intern atas transaksi penjualan dan penerimaan kas
· Mempelajari bagaimana metodologi pengendalian intern atas siklus penjualan dan penerimaan kas
· Mengembangkan rencana audit menyeluruh dan prosedur analitik atas penjualan dan penerimaan kas 1, 2 & 3 Spidol, OHP dan Whiteboard · Mahasiswa diminta dapat mengevaluasi SPI handal di dalam system pengendalian intern perusahaan.
· Mahasiswa dapat melaksanakan uji pengendalian (test of control) atas siklus pendapatan dan penerimaan kas.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja evaluasi SPI atas siklus pendapatan dan penerimaan kas.
3 Siklus Pendapatan. · Memahami uji substantive piutang dagang dan penerimaa kas. · Mempelajari bagaimana pelaksanaan uji substantive atas transaksi penjualan dan penerimaan kas
· Mempelajari bagaimana pelaksanaan uji substantive atas saldo piutang usaha
· Mempelajari bagaimana rancangan pengujian terinci atas saldo-saldo, prosedur analitis untuk akun-akun dalam siklus penjualan dan penerimaan kas
· Memadukan seluruh bahan bukti yang diperoleh dalam rangka audit pendapatan dari berbagai pelaksanaan prosedur audit terinci dan prosedur analitis. 1, 2 dan 3 Spidol, OHP dan Whiteboard · Berdasarkan hasil evaluasi SPI di mana risiko pengendalian sudah dapat ditetapkan sehingga risiko audit keseluruhan, maka mahasiswa dapat menetapkan luas dan lingkup audit substantive yang perlu dilaksanakan selanjutnya
· Mahasiswa dapat menyusun audit program yang lengkap untuk uji substantive serta prosedur analitik terhadap transaksi pendapatan dan penerimaan kas dan saldo akun-akun yang terkait dengan siklus pendapatan dan penerimaan kas.
· Mahasiswa dapat menyusun program kerja pengiriman konfirmasi piutang dagang.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik atas siklus pendapatan dan penerimaan kas serta saldo akun-akun terkait.
4 Siklus Perolehan dan Pengeluaran · Memahami Uji pengendalian atas siklus perolehan
· Memahami uji pengendalian atas siklus pembayaran · Mempelajari bagaimana siklus perolehan dan pembayaran, dokumen dan catatan, fungsi, pengendalian intern atas siklus peroleh dan pembayaran
· Mempelajari rancangan dan pelaksanaan uji pengendalian atas perolehan dan pembayaran
· Mempelajari rancangan rosedur analitis atas uji pengendalian hutang usaha dan akun-akun terkait dengannya. 1,2 dan 3 Spidol, OHP dan Whiteboard · Mahasiswa diminta dapat mengevaluasi SPI handal di dalam system pengendalian intern perusahaan.
· Mahasiswa dapat melaksanakan uji pengendalian (test of control) dan prosedur analitik atas siklus perolehan dan pengeluaran kas.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja evaluasi SPI atas siklus perolehan dan pembayaran kas.
5 Siklus Perolehan dan Pengeluaran · Memahami bagaimana suatu pengujian substantive atas pembelian, biaya dan hutang
· Memahami bagaimana suatu pengujian substantive dilakukan atas pembayaran hutang usaha. · Mempelajari bagaimana siklus perolehan dan pembayaran, dokumen dan catatan, fungsi, pengendalian intern atas siklus peroleh dan pembayaran
· Mempelajari rancangan dan pelaksanaan pengujian substantive atas perolehan dan pembayaran
· Mempelajari rancangan rosedur analitis atas pengujian substantive atas hutang usaha dan akun-akun terkait dengannya
· Mempelajari bagaimana rancangan program audit untuk akun-akun terkait yang berkenaan dengan siklus perolehan dan pembayaran 1,2 dan 3 Spidol, OHP dan Whiteboard · Berdasarkan hasil evaluasi SPI di mana risiko pengendalian sudah dapat ditetapkan sehingga risiko audit keseluruhan, maka mahasiswa dapat menetapkan luas dan lingkup audit substantive yang perlu dilaksanakan selanjutnya
· Mahasiswa dapat menyusun audit program yang lengkap untuk uji substantive dan prosedur analitik terhadap transaksi perolehan dan pengeluaran kas dan saldo akun-akun yang terkait dengan siklus pendapatan dan penerimaan kas.
· Mahasiswa dapat menyusun program kerja pengiriman konfrimasi hutang dagang yang beaik
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik atas siklus perolehan dan pengeluaran kas serta saldo akun-akun terkait.
6 Siklus Penggajian dan Kepegawaian · Memahami bagaimana siklus penggajian dan kepegawaian dan bukti terkait atas fungsi penggajian dan kepegawaian
· Memahami pengujian atas pengendalian transaksi siklus penggajian dan kepegawaian
· Memahami prosedur analitis untuk menguji akun terkait dengan siklus penggajian dan kepegawaian
· Memahami pengujian terinci atas saldo akun-akun yang terkait dengan siklus penggajian dan kepegawaian. · Mempelajari bagaimana siklus kepegawaian dan penggajian diaudit dan keterkaitannya dengan catatan dan fungsi penggajian dan kepegawaian yang menjadi bukti-bukti audit.
· Mempelajari bagaimana rancangan program audit untuk pengujian atas pengendalian transaksi di dalam siklus penggajian dan kepegawaian.
· Mempelajari pembuatan prosedur analitis untuk menguji akun-akun terkait dengan siklus penggajian dan kepegawaian
· Mempelajari penyusunan rancangan audit program untuk pengujian terinci ats saldo akun-akun terkait dengan siklus penggajian dan kepegawaian 1,2 dan 3 Spidol, OHP dan Whiteboard · Berdasarkan hasil evaluasi SPI di mana risiko pengendalian sudah dapat ditetapkan sehingga risiko audit keseluruhan, maka mahasiswa dapat menetapkan luas dan lingkup audit substantive yang perlu dilaksanakan selanjutnya
· Mahasiswa dapat menyusun audit program yang lengkap untuk uji substantive dan prosedur analitik terhadap siklus penggajian dan kepegawaian dan saldo akun-akun yang terkait dengan siklus tersebut.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik atas siklus penggajian dan kepegawaian serta saldo akun-akun terkait.
· Berdasarkan hasil evaluasi SPI di mana risiko pengendalian sudah dapat ditetapkan sehingga risiko audit keseluruhan, maka mahasiswa dapat menetapkan luas dan lingkup audit substantive yang perlu dilaksanakan selanjutnya
· Mahasiswa dapat menyusun audit program yang lengkap untuk uji substantive dan prosedur analitik terhadap siklus penggajian dan kepegawaian dan saldo akun-akun terkait.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik atas siklus penggajian dan kepegawaian serta saldo akun-akun terkait
7 Siklus Persediaan dan Manufaktur · Memahami Uji pengendalian untuk siklus persediaan dan manufaktur
· Memahami pengujian substantive atas persediaan barang dan harga pokok produksi dan penjualan · Mempelajari siklus persediaan dan manufaktur di dalam suatu perusahaan pabrikasi dan mengidentifikasi akun-akun , fungsi-fusngsi terkait dengan siklus tersebut
· Mempelajari penyusunan pengujian atas siklus audit atas akuntansi persediaan dan akuntansi biaya
· Mempelajari rancangan prosedur analitis atas akun-akun di dalam siklus persediaan dan manufaktur
· Mempelajari rancangan kertas kerja observasi atas pelaksanaan perhitungan fisik persediaan
· Mempelajari rancangan audit program untuk menilai penetapan harga dan perhitungan harga pokok produksi dan penjualan . 1,2 dan 3 Spidol, OHP, Whiteboard · Berdasarkan hasil evaluasi SPI di mana risiko pengendalian sudah dapat ditetapkan sehingga risiko audit keseluruhan, maka mahasiswa dapat menetapkan luas dan lingkup audit substantive yang perlu dilaksanakan selanjutnya
· Mahasiswa dapat menyusun audit program yang lengkap untuk uji substantive dan prosedur analitik terhadap siklus persediaan dan manufaktur dan saldo akun-akun yang terkait dengan siklus tersebut.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik atas siklus persediaan dan manufaktur serta saldo akun-akun terkait.
· Berdasarkan hasil evaluasi SPI di mana risiko pengendalian sudah dapat ditetapkan sehingga risiko audit keseluruhan, maka mahasiswa dapat menetapkan luas dan lingkup audit substantive yang perlu dilaksanakan selanjutnya
· Mahasiswa dapat menyusun audit program yang lengkap untuk uji substantive dan prosedur analitik terhadap siklus persediaan dan manufaktur dan saldo akun-akun terkait.
· Mahasiswa dapat menyusun program kerja untuk observasi stock opname yang lengkap dan check list untuk mendeteksi ketidaklengkapan prosedur audit yang telah dilaksanakan.
· Mahasiswa dapat menyusun program kerja audit untuk meyakinkan keberadaan dan akurasi nilai barang konsinyasi atau barang komisi.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik atas siklus persediaan dan manufaktur serta saldo akun-akun terkait
8 UTS



9 Siklus Pendanaan dan Pembayaran Kembali:modal · Memahami Uji Pengendalian atas Siklus Pendanaan dan Pembayaran kembali modal
· Memahami Pengujian substantive akun-akun yang terkait dengan siklus pendanaan dan pembayaran kembali modal
· Mempelajari karakteristik akun-akun yang unik di dalam siklus pendanaan dan pembayaran kembali modal
· Mempelajari rancangan pengujian atas pengendalian hutang dan akun yang terkait dengan transaksi yang berhubungan, serta pengujian substantive atas transaksi dan saldo akun-akun tersebut
· Mempelajari rancangan pengujian atas pengendalian transaksi-transaksi yang berkaitan dengan akun pemilik dan pengujian substantive atas saldo dan transaksi ekuitas pemilik
· Mempelajari rancangan pengujian pengendalian atas transaksi dan saldo modal saham dan sisa laba, serta pengujian substantive yang harus dilakukan 1,2 dan 3 Spidol, OHP, Whiteboard · Berdasarkan hasil evaluasi SPI di mana risiko pengendalian sudah dapat ditetapkan sehingga risiko audit keseluruhan, maka mahasiswa dapat menetapkan luas dan lingkup audit substantive yang perlu dilaksanakan selanjutnya
· Mahasiswa dapat menyusun audit program yang lengkap untuk uji substantive dan prosedur analitik terhadap siklus pendanaan dan pengembalian modal dan saldo akun-akun yang terkait dengan siklus tersebut.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik atas siklus pendanaan dan pengembalian modal serta saldo akun-akun terkait.
· Berdasarkan hasil evaluasi SPI di mana risiko pengendalian sudah dapat ditetapkan sehingga risiko audit keseluruhan, maka mahasiswa dapat menetapkan luas dan lingkup audit substantive yang perlu dilaksanakan selanjutnya
· Mahasiswa dapat menyusun audit program yang lengkap untuk uji substantive dan prosedur analitik terhadap siklus pendanaan dan pengembalian modal dan saldo akun-akun terkait.
· Mahasiswa dapat menyusun program kerja untuk konfirmasi pinjaman jangka panjang dan setoran modal.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik atas siklus pendanaan dan pengembalian modal serta saldo akun-akun terkait
10 Audit atas saldo kas · Memahami Uji pengendalian dan pengujian substantive atas saldo, penerimaan dan pengeluaran kas
· Mempelajari jenis dan karakteristik akun kas yang umumnya terdapat di dalam perusahaan
· Mempelajari hubungan antara akun-akun; kas di tangan, kas di bank di dalam siklus akuntansi
· Mempelajari rancangan program audit untuk pengujian atas kas
· Mempelajari pengujian audit akun kas untuk menguji ada tidaknya fraud yang material.
· Mempelajari rancangan pengujian atas rekening bank
· Mempelajari rancangan audit atas pelaksanaan audit kas kecil 1,2 dan 3 Spidol, OHP & Whiteboard · Berdasarkan hasil evaluasi SPI di mana risiko pengendalian sudah dapat ditetapkan sehingga risiko audit keseluruhan, maka mahasiswa dapat menetapkan luas dan lingkup audit substantive yang perlu dilaksanakan selanjutnya
· Mahasiswa dapat menyusun audit program yang lengkap untuk uji substantive dan prosedur analitik terhadap siklus penerimaan dan pengeluaran kas dan saldo akun-akun yang terkait dengan siklus tersebut.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik atas siklus penerimaan dan pengeluaran kas serta saldo akun-akun terkait.
· Berdasarkan hasil evaluasi SPI di mana risiko pengendalian sudah dapat ditetapkan sehingga risiko audit keseluruhan, maka mahasiswa dapat menetapkan luas dan lingkup audit substantive yang perlu dilaksanakan selanjutnya
· Mahasiswa dapat menyusun audit program yang lengkap untuk uji substantive dan prosedur analitik terhadap siklus penerimaan dan pengeluaran kas dan saldo akun-akun terkait.
· Mahasiswa dapat menyusun program kerja untuk memeriksa rekonsiliasi saldo bank menurut buku dengan rekening koran.
· Mahasiswa dapat menyusun program kerja untuk mengirimkan konfirmasi atas saldo bank.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik atas siklus penerimaan dan pengeluaran kas serta saldo akun-akun terkait
11 Penyelesaian pekerjaan audit dan pelaporan · Mengidentifikasi bagian pekerjaan auditor yang sudah dilaksanakan di dalam pekerjaan lapangan audit dan yang belum dilaksanakannya
· Mengidentifikasi hal-hal penting yang harus dimasukkan di dalam laporan audit.
· Mempelajari bagaimana melakukan penelaahan untuk mendapatkan kewajiban bersyarat.
· Mempelajari evaluasi yang harus dilakukan untuk menemukan kasus perikatan hukum klien
· Mempelajari rancangan terakhir untuk pendokumentasian bukti audit.
· Mempelajari langkah untuk komunikasi temuan audit dengan komite audit dan manajemen
· Mempelajari bagaimana tanggungjawab auditor atas fakta yang ditemukan kemudian setelah laporan audit diterbitkan.
Spidol, OHP dan Whiteboard · Mahasiswa dapat menyusun check list kelengkapan pekerjaan audit yang seharusnya dilaksanakan sesuai dengan audit program yang menyeluruh
· Mahasiswa dapat mengidentifikasi adanya kewajiban bersyarat (contingent liabilities), komitment-komitmen dan meyakinkan kemampuan manajamen perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hitudp perusahaan (going concern), serta mengidentifikasi kejadian sesudah tanggal neraca yang mempengaruhi kewajaran posisi keuangan akhir tahun (subsequent event)
· Mahasiswa dapat merancang program audit yang dapat mengungkap adanya kewajiban bersyarat, komitment, subsequent event dan ketidakmampuan manajemen mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
· Mahasiswa dapat merancang suatu modifikasi atas opini audit sebagai akibat dari adanya kewajiban bersyarat, komitmen, subsequent event dan going concern.
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik atas kegiatan penyelesaian audit.
12 Jasa kantor akuntan public lainnya · Memahami adanya beberapa jasa selain jasa audit yang dapat diberikan oleh kantor akuntan public
· Memahami adanya standar pekerjaan yang harus juga diterapkan oleh kantor akuntan public di dalam melaksanakan pekerjaan lainnya tersebut · Mempelajari jasa kompilasi dan review yang dapat ditawarkan kepada klien
· Mempelajari jasa review atas informasi keuangan interim perusahaan public
· Mempelajari bagaimana tingkat keyakinan yang lebih terbatas dari jasa lainnya tersebut dibandingkan dengan tingkat keyakinan pada jasa audit
· Mempelajari bagaimana penugasan khusus untuk melakukan jasa lainnya oleh Kantor akuntan public
· Mempelajari bagaimana pelaporan atas penugasan khusus yang dilakukan tersebut di atas
· Memperkenalkan keterkaitan jasa lain oleh kantor akuntan public ini dihubungkan dengan ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah atau asosiasi 1,2 & 3 Spidol, OHP & Whiteboard · Mahasiswa dapat menyusun program kerja untuk melakukan jasa yang lebih terbatas tingkat keyakinannya daripada jasa auditing.
· Mahasiswa mampu menyusun suatu penugasan untuk jasa-jasa lainnya yang tingkat keyakinannya lebih terbatas daripada jasa auditing
· Mahasiswa mampu merancang bentuk pelaporan yang baik untuk jasa-jasa lain yang tingkat keyakinannya lebih terbatas daripada jasa auditing
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik untuk pekerjaan jasa lain yang tingkat keyakinannya lebih terbatas daripada jasa auditing
· Mahasiswa mampu mengidenfirikasi ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah dan IAI sehubungan jasa yang lebih terbatas tingkat keyakinannya tersebut.
13 Audit Laporan Keuangan Intern dan Pemerintah, dan Audit Operasional · Memahami bagaimana peranan auditor intern di dalam kaitannya dengan audit atas laporan keuangan.
· Memahami arti penting audit atas keuangan pemerintah
· Memahami arti penting suatu pelaksanaan audit operasional. · Mempelajari bagaimana peranan auditor internal di dalam audit atas laporan keuangan
· Mempelajari bagaimana hakekat audit atas laporan keuangan pemerintah
· Mempelajari bagaimana perbedaan antara audit operasional dengan audit atas laporan keuangan
· Mempelajari secara mendetail apa yang dimaksud dengan audit operasional dan auditor operasional
· Mempelajari bagaimana melakukan rancangan untuk melaksanakan audit operasional 1,2 & 6 Spidol, OHP & Whiteboard · Mahasiswa dapat mengidenfikasi dan memanfaatkan peran internal audit dalam membatasi lingkup audit atas laporan keuangan
· Mahasiswa dapat menyusun program audit operasional
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja pemeriksaan operasional dengan baik.
14 Management audit · Memahami arti penting management audit di dalam suatu organisasi usaha
· Memahami pendekatan management audit yang harus dilakukan
· Memahami keterkaitan management audit dengan efektivitas dan efisiensi · Mempelajari arti penting dan konsep pengembangan management audit di dalam suatu organisasi usaha
· Mempelajari model-model management audit yang umumnya dilaksanakan oleh organisasi usaha
· Mempelajari management audit yang dilakukan di seluruh aspek dan bagian-bagian usaha perusahaan
· Mempelajari bagaimana pengidentifikasian bukti-bukti audit di dalam management audit
· Mempelajari bentuk pengujian di dalam management audit
· Mempelajari bentuk dan type laporan di dalam management audit. 7 Spidol, OHP & Whiteboard · Mahasiswa dapat menyusun program audit manajemen yang menyeluruh untuk semua fungsi-fungsi manajemen suatu perusahaan
· Mahasiswa dapat menyusun laporan audit manajemen yang baik yang bermanfaat bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan
· Mahasiswa dapat menyusun kertas kerja audit manajemen yang baik
15 EDP Auditing · Memahami Tujuan dan ruang lingkup audit yang dilaksanakan di dalam suatu lingkungan system informasi computer (SIK)
· Memahami tujuan dan ruang lingkup audit yang dilaksanakan di mana teknik-tekniknya dilakukan dengan menerapkan teknik audit berbantuan computer (TABK) · Mempelajari panduan prosedur yang harus diikuti bila audit dilakukan di lingkungan system informasi computer.
· Mempelajari bagaimana persyaratan keahlian dan keterampilan yang harus dimiliki oleh auditor yang melakukan audit di lingkungan system informasi computer
· Mempelajari perencanaan audit yang sesuai dan perlunya keterlibatan pihak lain di dalam audit.
· Mempelajari bagaimana keabsahan bukti audit yang dapat diperoleh di dalam audit di lingkungan system informasi computer
· Mempelajari gambaran teknik audit berbantuan computer yang berkenaan dengan penggunaan perangkat lunak dan data uji
· Mempelajari manfaat teknik audit berbantuan computer
· Mempelajari pertimbangan bagaimana teknik audit berbantuan computer dan tersedianya fasilitas koputer untuk mendukung pelaksanaan audit deengan teknik berbantuan computer
· Mempelajari penggunaan teknik audit berbantuan computer untuk perusahaan kecil 3 & 4 Spidol, OHP & hiteboard · Mahasiswa dapat mengidentifikasi apa yang dimaksud dengan audit yang dilakukan pada lingkungan system informasi computer dan audit dengan berbantuan program computer.
· Menyusun kertas kerja pemeriksaan yang baik dalam rangka menunjang opini audit yang dilaksanakan dilingkungan sistem informasi komputer atau pelaksanaan audit dengan berbantuan komputer.
16 UAS

BUKU WAJIB :
1. Arens and Loebbecke, Auditing-Pendekatan Terpadu, diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf
2. Messier, glover and Prawitt., Auditing and Assurance Services – A Systematic Approach, diterjemahkan oleh Salemba Empat
3. Standar Profesional Akuntan Publik, Ikatan Akuntan Indonesia
4. Standar Akuntansi Keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia.
5. Management Audit: Maximizing Your Company’s Efficiency and Effectiveness, Alexander Hamilton Institute Incorporated, USA
6. Internal Auditing: Key To financial and Operations Improvement, Alexander Hamilton Institute Incorporated, USA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar